Pada suatu hari, hiduplah seorang anak perempuan dan
laki-laki, mereka berteman sejak kecil.
Sejak saat kecil mereka suka bermain bersama. Saat itu mereka berteman akrab,
hingga bimbel bareng, sholat tarawih suka ketemu dan bermain. Mereka amat
dekat, sesekali tingkah mereka lucu nan menggemaskan, entah nanti mereka
kata-kataan, sampai perempuan itu marah dan balas dendam dan membuli teman
laki-lakinya itu.
Karena mereka sudah lulus sekolah dasar dan tidak bimbel di
tempat yang sama lagi, mereka sudah tidak bertemu dan bermain lagi seperti dulu
kala. Layaknya orang asing yang tidak pernah menyapa satu sama lain.
Pada saat itu, pengumuman kelulusan pun tiba. Anak perempuan
memilih bersekolah ditempat dekat dengan rumah, dan laki-laki memilih sekolah
yang jaraknya agak jauh dari rumah. Mereka pun tambah tidak ada komunikasi
satupun.
Awal perjalanan cinta remaja kian mendekat.
Saat mereka menduduki kelas 1 SMP, perempuan menyapa
laki-laki itu di jejaring social. Mereka pun bercanda layaknya kehidupan masa
kecil dulu terulang lagi. Amat bahagianya mereka.
Mereka sudah remaja, wajar mereka merasa nyaman dan mereka
memutuskan untuk menjalin hubungan. Mereka menjalin hubungan sekita 2-3 bulan,
memang sebentar karena laki-laki itu tidak memberi kabar lagi dan perempuan itu
mengganggap bahwa hubungan mereka telah usai.
Saat itu, perempuan itu bisa move karena ada pria yang jatuh
cinta kepadanya, dan ingin bersama dengan perempuan itu. Sebut saja dia “si
cuek”.
Perempuan itu dan pria itu pun menjalin hubungan sampe 2
tahun lamanya. Tetapi pria itu cuek, selama 2 tahun mereka Cuma 1 atau 2 kali
jalan, selebihnya perempuan itu tidak dianggap. Sakit memang tidak dianggap
oleh kekasih yang sudah menjalin hubungan selama 2 tahun itu.
Akhirnya pria itu memutuskan untuk tidak lanjut untuk
berhubungan lagi dengan perempuan itu tanpa adanya alasan yang jelas.
Perempuan itu susah move sampai akhirnya mencari-cari pria yang pas dan endingnya
harapan palsu semua.
Sampai akhirnya perempuan itu lulus dari sekolah menengah pertama.
Dan mereka (perempuan dan
teman kecil laki-lakinya) masih tetap tidak
berkomunikasi.
***
Proses menuju kedewasaan pun dimulai.
Tidak diduga bahwa perempuan dan laki-laki itu bertemu
kembali di sekolah menengah atas.
Perempuan itu tidak menduga bahwa teman
kecilnya satu sekolah dengannya. Mereka pun masih tetap tidak berkomunikasi,
seperti orang kenal dan hanya meninggikan kegengsian untuk saling menyapa.
Perempuan itu mulai tertarik dengan laki-laki itu dan ia
menyapa laki-laki itu terlebih dahulu. Seperti biasa, ia menyapa lewat jejaring
social lagi, tidak menyapa secara face to face karena takut laki-laki itu tidak
mengingatnya. Mereka pun nyaman lagi, bercanda lagi dan merasa hari-hari mereka
dahulu terulang lagi.
Saat asik sedang chatting, perempuan itu mengajak main
laki-laki itu lagi. Laki-laki itu menjemput perempuan itu didekat rumah.
Perempuan dan laki-laki itu terkejut saat mereka bertemu.
Seperti kata-kata sebelumnya, hidup mereka yang dahulu
terulang lagi saat mereka bertemu dan bermain bersama kembali. Mereka
jalan-jalan naik sepeda motor, ketawa bahagia, degdegan semuanya campur aduk.
Sore pun tiba, perempuan itu meminta laki-laki itu untuk
mengantarnya ke rumah teman si perempuan. say “dadah” akhir dari bermain pada
wajtu itu.
Hati si perempuan pun senang dan ada perasaan lebih kepada
teman kecil laki-lakinya itu.
Mereka dekat, mereka amat dekat sampai ucapan “sayang” pun
mereka keluarkan dari mulut mereka masing-masing.
Perempuan itu meminta kejelasan hubungan ini apa, dan
laki-laki itu belum siap. Dan perempuan itu mengerti.
Saat perempuan itu sendirian dirumah neneknya, perempuan itu
memberi kabar ke laki-laki itu untuk menemaninya. Laki-laki itu pun datang
dengan tampang yang degdegan, perempuan itu pun juga degdegan. Mereka saling salah
tingkah dan celotehan kata-kata yang gapenting keluar dari mulut mereka
masing-masing. Mereka tambah nyaman dan tambah sayang.
***
Pada akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 2013 laki-laki itu
menyatakan perasaannya kepada perempuan itu. Perasaan mereka berdua tidak bisa
diungkapkan lagi yang jelas mereka berdua senang, mereka degdegan, dan mereka
bahagia.
Tidak ada pertengkaran hebat saat mulainya mereka menjalin
cinta. Hanya ada suasananya nyaman, tentram, penuh perhatian dan rasa kasih
sayang. Mereka saling menjaga, mereka saling sayang, mereka membuat suasana ini
semata-mata agar tidak kehilangan satu sama lain.
Hati mereka berdua amat terasa senang, seakan akan dunia
milik berdua. Mereka jalan-jalan, mereka makan bersama, pulang bareng, dan
masih 1000 kenangan yang mereka buat.
Pada akhirnya, jalan 6 bulan, laki-laki itu memberi tahu
bahwa ia dikekang dekat oleh perempuan dengan orang tuanya. Alhasil, mereka
bersepakat untuk tidak melanjutkan sampai situasi mereda.
Mereka sudah ketawan 5-6x jika mereka
menjalin hubungan dengan orang tua laki-lakinya. Ini hal pertama yang mungkin
berat buat si perempuan & laki-laki itu.
Lalu, si perempuan pun menjalin hubungan dengan laki-laki
yang bisa disebut “si Anak Basket”.
Perempuan dan pria itu pun hanya bertahan 2
minggu karena perempuan masih memikirkan dan mencintai teman kecilnya.
Selang 2-3 hari putus dari si anak basket, perempuan itu
kembali dengan teman kecilnya yang amat ia cintai sampai detik ini. Seperti
kata-kata yang sebelumnya, hati mereka amat berbahagia layak sepasang kekasih
yang saling jatuh cinta kembali.
Kisah berbahagia pun dimulai.
Berawal dari mereka pergi berenang bersama temannya, saat
itu hati perempuan itu berbahagia karena baru pertama kali di specialkan dengan
kekasihnya. Pulang dari berenang, laki-laki itu memberi setangkai mawar putih
yang amat disukai oleh perempuan itu. Hati perempuan itu pun tambah berbahagia.
Selang 3-4 bulan setelah ia diberi bunga, saat mereka
monthsive ke 10 bulan, dan saat itu juga sedang buka bersama dengan teman-teman
SMA nya. Perempuan itu kesal, bête, marah karena saat menuju tempat untuk buka
bersama, melihat motor ibunya sedang parker disebuah rumah. Mereka langsung
putar balik dan mencari jalan yang aman.
Didalam hati perempuan itu berkata “kayaknya gini banget
jadi gue, apa-apa merasa was-was kalo pengen jalan sama cowok gue”. Perkataan
itu selalu terbayangkan di benak perempuan itu sampai perempuan itu kesal dan
menangis.
Tiba-tiba, laki-laki itu pergi keluar tempat makan bersama
teman cowoknya. Saat mereka (laki-laki dan teman cowoknya) kembali, perempuan
itu disuruh menghadap depan dengan teman—temannya sambil menutup matanya. Tidak
disangka oleh perempuan itu, ternyata laki-laki itu memberi flowercrown yang ia
taruh diatas kepala perempuan itu. Dan laki-laki itu berkata “apapun yang aku
lakuin, itu biar kamu ga bete lagi, aku minta maaf”. Perempuan itu pun tidak
bisa berkata apa-apa.
Mereka berdua hanya bisa tersenyum bahagia. Amat bahagia.
Pada tanggal 2 Agustus 2014, usia perempuan itu bertambah
menjadi 16 tahun. Malamnya, perempuan itu di bikin kesal bahwa message ia tidak
dibalas dengan laki-laki itu tapi laki-laki itu nulis status. Perempuan itu
dikerjain. Sampai akhirnya, laki-laki itu mengucapkan selamat ulang tahun
kepada perempuan itu. Isi dari ucapan laki-laki kepada perempuan itu.. “Happy
birthday embee!!!:p semoga panjang umur, sehat selalu, terus juga jadi
kebanggan buat mami, teteh, ompi, aa, abang Darren, sama jadi kebanggaan buat
keluarga besar kamu mbiy:*:*:* dan juga diumur yang ke 16 tahun ini kamu bisa
lebih dewasa lagi sikapnya,nggak bete2an lagi, terus gapernah putus asa, dan
selalu berjuang sampe semua yang kamu cita-citakan bisa tercapai
nanti{}{}{}{}maaf kalo aku masih ngecewain kamu, masih belum bisa ngasih apa2
buat kamu, masih ngerepotin kamu sampe sekarang;’);’)pokoknya happy birthday
embeee!! Aku sayang banget sama kamuuuuu!!:*:*{}{}{}{}”.
Hari sudah siang, tiba-tiba teman-teman perempuan itu datang
memberi kejutan, membawa kado dan memberi kue kepada perempuan itu. Senang, amat
senang. Tapi, mengapa laki-laki itu tidak tampak? Kecewa sekaligus kesal.
Namun, tiba-tiba laki-laki itu datang memberi 11 tangkai bunga mawar putih yang
dikelilingi oleh mawar merah. Hati perempuan itu pun menjadi lebih berbahagia.
Amat berbahagia sampai tidak bisa berkata apa-apa.
Tanggal 2 agustus pun berlalu.
Saat laki-laki itu bermain dirumah perempuan itu, entah
kenapa perempuan itu bete dan ngambek kepada laki-laki itu. Lalu, laki-laki itu
pun pergi ke taman depan rumah perempuan itu untuk memetik satu tangkai bunga
yang ingin ia beri kepada perempuan itu dan ia selipkan di telinga perempuan
itu. Alhasil perempuan itu dibuat bahagia kembali.
Mereka berargumentasi kembali, entah gara-gara apa, tetapi
perempuan itu kesal kembali kepada laki-laki yang ia cintai. Pada suatu saat,
laki-laki itu memberi boneka pig kepada perempuan itu lewat temannya. Sempat
kesal, karena yang memberi bukan laki-laki itu sendiri. Tapi tidak mengapa
bahwa usaha laki-laki itu untuk membalikan mood perempuan itu sudah baik.
Itulah kisah bahagia mereka, masih banyak 1000 kisah bahagia
yang mereka buat.
***
Pada tanggal 26 September 2014, mereka pun memutuskan untuk
tidak melanjutkan hubungan ini karena orang tua laki-laki itu pun benar-benar
menentang laki-laki itu untuk berpacaran. Katanya, laki-laki itu sempat diusir
untuk tidak lagi tinggal dirumahnya. Orang tua ia pun amat kesal karena anak
laki-laki pertamanya sudah berpacaran sebelum waktunya.
Hubungan mereka kandas saat mereka 1 tahun lewat 1 bulan.
Amat tragis, amat sedih, kesal, galau, dan amat benci dengan keadaan ini.
Mengapa hubungan ini yang telah mereka tanam hancur seketika karena orang tua?
Sia-sia mereka mempertahankan 1 tahun lewat 1 bulan ini. Sia-sia mereka sudah
menata masa depan mereka sendiri yang ingin berjuang sampai menemukan satu
titik itu, yaitu kesuksesan bersama. Sia-sia ada nya 15. Semua terbengkalai.
Semua hilang. Semua musnah.
1 bulan lamanya mereka putus. Perempuan itu berjuang
mati-matian untuk laki-laki itu kembali kepadanya, untuk memperbaiki hubungan
laki-laki itu dengan teman-teman, perempuan itu mempertahankan, memperjuangkan
semuanya tanpa laki-laki itu ikut berjuang. Ya, laki-laki itu 180◦
telah berubah, tidak ada lagi perhatian, pengertian, dan tidak ada lagi rasa
kasih sayang untuk perempuan itu. Memang lelah rasanya tapi hati perempuan itu
berkata “coba lagi dan coba lagi”.
Usaha 1 bulan perempuan itu pun berhasil untuk membuat
laki-laki itu kembali kepada teman-temannya, teman-temannya semakin banyak, dia
juga lebih sering bermain dengan teman-temannya tanpa adanya kabar dan adanya
kebohongan kepada perempuan itu. Sakit memang, tetapi perempuan itu tetap
mencintai sepenuh hatinya. Seolah-olah pun laki-laki itu lupa bahwa dulu
perempuan itu yang sering menemani ia jika ia sedang tidak ada teman, sedang
sedih ataupun sedang dikucilkan.
Hari-hari pun terasa beda, yang dulu penuh dengan
kebahagiaan, sekarang banyak sekali tangisan dan kebohongan.
Pada suatu saat, mereka jalan berdua untuk mengisi mentor
pramuka. Laki-laki itu mengucap kata “iloveu” sampai perempuan itu tidak konsen
dan tampak semeringah sampai akhirnya perempuan itu pun terjatuh dan kakinya
terkilir di tangga.
Laki-laki itu pun diam sampai akhirnya teman perempuannya
berteriak “kok lu diem aja sih!”. Langsung laki-laki itu menolong perempuan
itu. Entah itu paksaan atau kehendak sendiri, perempuan itu tidak tahu. Yang
jelas perempuan itu senang karena laki-laki itu penuh dengan perhatian entah
palsu entah dari hati dia yang amat dalam.
Laki-laki itu mengantar perempuan itu pulang kerumah.
Laki-laki itu penuh dengan perhatian kembali seperti dahulu sebelum hubungan
mereka kandas. Ia memeluk, mencium, membantu perempuan itu turun dari motor.
Rasa bahagia bisa menutupi rasa sakit kaki perempuan itu.
Hari itu pun membuat perempuan itu tidak berhenti
membayangkan laki-laki itu setiap saat, perempuan itu masih sayang dan cinta
kepada laki-laki itu. Tapi, pikiran negative pun timbul, perempuan itu berfikir
bahwa ia sedang di tarik ulur oleh laki-laki itu. Ya, memang benar sedang ditarik
ulur.
Suatu ketika, laki-laki itu memberi kabar bahwa ia habis
pulang dari acara keluarga. Hati perempuan itu tenang, feel perempuan itu
berkata “coba Tanya sepupunya”. Perempuan itu langsung menanyakan kepada sepupu
laki-laki itu. Dan ternyata, laki-laki itu tidak datang diacara keluarga,
laki-laki itu malah main dengan teman-temannya sampai sore. Kebohongan pun kian
banyak, tangisan pun mulai kembali lagi.
Perempuan itu telah lelah. Perempuan itu lelah menangisi
laki-laki yang telah berubah kepadanya. Perempuan itu salah menangisi laki-laki
yang sekarang tidak mempedulikannya lagi. Perempuan itu menangisi semua tentang
laki-laki itu. Jika tidak menangis sampai drop, berarti perempuan itu tidak
tulus sayang kepadanya. Tapi ini? Ia rela berjuang mati-matian, berjuang
sendirian tapi yang diperjuangkan tidak tahu diri. Semua telah berubah.
Perempuan itu tidak tahu sampai mana dia bisa mencintai
seseorang yang jelas sudah tidak mencintainya lagi? Perempuan itu tidak tahu
sampai mana ia berjuang yang jelas ia tidak diperjuangkan? Yang jelas,
perempuan itu tetap mencintainya walaupun cinta itu tidak berbalik kepadanya.
-Tamat-