Entah sampai kapan aku harus menunggu kegelapan ini. Entah sampai kapan aku harus menunggu kamu yang semakin hari semakin jauh. Entah sampai kapan kata menunggu itu hadir didalam pikiranku. Lelah. Ya, memang lelah aku menunggu kepastian. Kepastian yang tidak tau kapan kepastian itu menjadi nyata. Aku disini, seakan akan tidak tau arah dan tujuanku ingin kemana. Entah sampai dimana aku berada hingga aku berada di kegelapan ini. Kamu yang selalu mengais masa lalu untuk aku ingat dan untuk aku rindukan. Kamu yang selalu mementingkan egomu yang aku tak tau kamu menginginkan apa. Seolah olah tuhan tidak mengizinkan aku untuk pergi darimu, untuk tidak memilih yang lain selain kamu. Tidak tau mengapa, aku mengarasakan itu. Sulit untukku menganggap ini semua sudah sirna. Sulit untukku mengetahui bahwa kamu sudah tidak lagi denganku. Aku lelah. Jujur aku lelah dengan berada di kegelapan ini.
Untuk apa kamu berkata "aku tidak akan pernah ingin kenal kamu jika kamu sama yang lain" jika kita akhirnya terpisah? Untuk apa kamu memberikanku seluruh perhatian&pengertian jika akhirnya terpisah? Untuk apa adanya kita? Untuk apa kita membuat khayalan indah jika kita berpisah? Untuk apa? Untuk apa adanya rasa rindu jika rasa rinduku ini kau campakkan? Untuk apa adanya rasa sayang jika rasa sayang itu dirasakan oleh kesendirian? Salahku memang, waktu dulu aku terlalu mengekang kamu yang ingin menghela nafas sejenak dari jeratanku. Salahku bersikap begitu hingga kamu jenuh dan meninggalkanku. Salahku bersikap begitu hingga ucapan kebohongan kau lontarkan kepadaku. Semua ini salahku, salahku yang memaksa kehendak kamu untuk berada disini. Maafkan aku. Aku sayang kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar